Ini Caraku dan Pilihanku untuk #CintaRupiah

Cinta rupiah – Siapa yang tidak suka dengan uang. Bagi sebagian orang, uang itu segala-galanya. Untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, entah itu barang atau lainnya, uang kadang lebih berbicara dari lainnya. Dengan adanya uang, maka banyak keinginan terpenuhi. Entah itu barang atau sekedar sebuah perjalanan yang nyaman. Namun mungkin bagi sebagian lainnya tidak melulu soal uang.

Uang hanyalah efek dari sebuah usaha dan kerja keras yang dilakukan. Dibutuhkan perjuangan dan keinginan kuat untuk bisa mendapatkan segala keperluan yang diinginkan dan dibutuhkan. Uang tidak serta merta hadir dengan sendirinya tanpa ada usaha yang dilakukan.

Tentu berbeda rasanya bila mendapatkan uang dari jerih payah sendiri. Keringat yang mengalir karena berkeinginan mendapatkan sesuatu dari usahanya dan diapresiasi, tentu senang bukan kepalang. Belajar menghargai rupiah demi rupiah yang didapat dari sisi yang berbeda akan membuat kuat mental saat mempergunakan uang. Pernahkah kita mendengar kisah seorang tukang sapu yang perlu waktu nyaris 10 tahun dengan menabung, guna berangkat ibadah haji? Betapa beliau bersungguh-sungguh menyimpan rupiah demi rupiah demi keinginannya itu. Menghargai setiap jerih payah dan apresiasi yang didapat, berapapun jumlahnya. Ia syukuri.

Atau pernahkah kita mendengar seorang ibu yang sudah menjanda, mampu membiayai anak-anaknya hingga menyelesaikan kuliah dengan cara menginvestasikan uangnya ke dalam bentuk emas batangan? Ya, rupiah demi rupiah beliau tabung untuk kemudian dirupakan menjadi investasi tabungan emas batangan. Saat beliau membutuhkan untuk biaya pendidikan anaknya, salah satu emas batangan itu ia jual. Lalu rupiah demi rupiah dikumpulkannya lagi, dan diinvestasikan ke dalam emas batangan. Begitu seterusnya.

Mereka adalah salah satu contoh menghargai nilai rupiah dalam arti yang sesungguhnya. Dimulai dari menghargai proses untuk mendapatkan rupiah demi rupiah. Mencintai tahap demi tahap apa yang mereka lalui. Sehingga ketika tiba saatnya uang di tangan, mereka betul-betul mencintainya karena merasakan proses untuk mendapatkannya. Bila mereka bisa menghargai dan mensyukuri apa yang telah mereka terima, lalu bagaimana dengan kita?

 

foto Ted

(Visited 111 times, 1 visits today)

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *